Biaya Kuliah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2019

Perguruan tinggi keagamaan di bawah naungan Kementerian Agama sudah mengadopsi sistem pembiayaan kuliah dengan uang kuliah tunggal (UKT). UKT terdiri dari beberapa kelompok yang ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayainya.

Mahasiswa hanya dibebankan satu macam biaya yakni UKT yang dibayarkan per semester. Keputusan Menteri Agama no 151 tahun 2019 menegaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan negeri dilarang memungut uang pangkal dan pungutan lain selain UKT dari mahasiswa baru program diploma dan program sarjana.

Biaya kuliah atau UKT Universitas Islam Negeri UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dibagi menjadi 7 kelompok UKT. Mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi wajib melakukan registrasi dan mengisi formulir Uang Kuliah Tunggal dan melengkapi data dakung yang akan menjadi dasar penenttuan kelompok UKT.

Data atau dokumen pendukung yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Scan Slip Gaji kedua orang tua atau Surat Keterangan Penghasilan dari RT/RW yang diketahui oleh Lurah/Kepala Desa Setempat.
  • Scan Kartu Keluarga.
  • Scan Surat Keterangan Tidak Mampu/Kartu Menuju Sejahtera/Program Keluarga Harapan (jika ada).
  • Scan photo rumah tampak luar dan dalam.
  • Scan bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan.
  • Scan bukti pembayaran Rekening Tagihan Listrik atau Pembelian Token Listrik; dan
  • Scan STNK kendaraan.
Baca juga:  Biaya Kuliah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati - UIN SGD Bandung

UKT UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2019

Bagi mahasiswa yang tidak mengisi formulir data diri dan data kepemilikan aset serta data dukung Uang Kuliah Tunggal otmatis ditetapkan sebagai mahasiswa kelompok 7 (tujuh) Uang Kuliah Tunggal. Begitu pula mahasiswa yang terbukti melakukan kecurangan dalam pengisian formulir dan/atau memalsukan data dukung Uang Kuliah Tunggal, diberi sanksi sebagai mahasiswa kelompok 7.

(Baca: Biaya Kuliah S2 dan S3 UIN Syarif Hidayatullah)

Biaya Kuliah Kedokteran UIN Jakarta

Belum banyak yang mengetahui bahwa Universitas Islam Negeri – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sudah mempunyai program studi Pendidikan Dokter. Selama ini anggapan masyarakat jurusan kedokteran hanya ada di universitas umum bukan di perguruan tinggi seperti UIN atau dulu dikenal dengan nama IAIN.

Program Studi Pendidikan Dokter UIN Syarif Hidayatullah sendiri mulai tahun akademik 2005/2006 mulai menerima mahasiswa baru menyusul keluarmya izin penyelenggaraan pendidikan dibawah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Jumlah mahasiswa yang diterima pada saat itu sebanyak 55 orang dan sampai saat ini setiap tahun menerima mahasiswa baru.

Baca juga:  Biaya Kuliah IAIN Surakarta

Baru pada bulan Februari 2018 Fakultas Kedokteran UIN Jakarta berdiri sendiri terpisah dari Ilmu Kesehatan dengan membawahi 2 program studi: Program Studi Kedokteran dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter.

Dibandingkan dengan jurusan lain, biaya kuliah jurusan Pendidikan Dokter jauh melampui program studi lainnya. Seperti tabel UKT di atas besaran biaya pendidikan yang harus dibayarkan berda pada rentang Rp 400.000 s.d Rp 45.790.000 per semester.

Biaya Kuliah UIN Jakarta jalur mandiri

SPMB Mandiri adalah seleksi penerimaan mahasiswa baru secara tertulis yang diselenggarakan oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Proses pendaftaran hingga pelaksanaan tes maupun penentuan kelulusan dilaksanakan oleh panitia lokal di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan biaya pendaftara Rp 300.000.

Seperti dijelaskan di muka perguruan tinggi keagamaan negeri dilarang memungut uang pangkal dan pungutan lain selain UKT dari mahasiswa baru program diploma dan program sarjana. Sehinggga biaya kuliah jalur mandiri maupun jalur lainnya (SBMPTN, SNMPTN, SPAN-PTKIN, UM-PTKIN) tidak berbeda, tetap menggunakan UKT berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua tau pihak yang membiayai.

Bagikan:
129 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *