Biaya Kuliah ITB Angkatan 2018

TA 2018/2019

Biaya kuliah bagi mahasiswa ITB yang diterima pada Tahun Akademik 2018/2019 mengalami kenaikan menjadi Rp 12.500.000 per semester. Perubahan ini berdasarkan Keputusan Rektor ITB No:01/SK/I1/B02/KU/2018 tanggal 2 Januari 2018.

ITB menyediakan subsidi untuk BPP Program Sarjana Reguler sebesar 20%, 40%, 60%, dan 100%, bagi para mahasiswa sesuai syaratdan ketentuan yang berlaku di ITB.

Jadi bagi mahasiswa yang merasa berkeberatan dengan besaran uang kuliah atau Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) dapat mengajukan keringanan atau subsidi sesuai kemampuan ekonominya.

Catatan:

  1. ITB menyediakan subsidi untuk BPP Program Sarjana Reguler sebesar 20%, 40%, 60%, dan 100%, bagi para mahasiswa sesuai syaratdan ketentuan yang berlaku di ITB;
  2. Biaya pendidikan untuk WNA tidak termasuk biaya asuransi kesehatan;
  3. Tidak ada pengembalian BPP yang telah dibayarkan bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan pendaftaran perkuliahan;
  4. Bagi mahasiswa Program Sarjana, Program Magister dan Program Doktor yang mengambil 0 SKS atau Cuti Akademik membayarsetengah BPP;
  5. Bagi para mahasiswa peserta Program Double Degree yang mendaftar 0 SKS, tidak dikenakan biaya BPP;
  6. Bagi mahasiswa Program Sarjana yang mengambil 0 SKS dan tinggal menyelesaikan sidang Tugas Akhir membayar 25% BPP;
  7. Bagi mahasiswa yang pada awal suatu semester sudah selesai sidang Tugas Akhir /Tesis/Disertasi dan tinggal menunggu yudisium kelulusan dan wisuda, membayar biaya administrasi sebesar Rp 250.000.-
  8. Rektor atau pejabat yang diberi kewenangan dapat memberikan bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada mahasiswa sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku di ITB,

TA 2016/2017

Pada tahun 2016, ITB tidak lagi memberlakukan pembiayaan pendidikan dengan menggunakan komponen Biaya Penyelenggaraan Pendidikan yang dibayar di Muka (BPPM) dan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan per Semester (BPPS). Mulai tahun 2013, ITB menerapkan ketentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa ITB 2015 di fakultas/sekolah non Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM).

Uang Kuliah Tunggal (UKT) di ITB (non SBM) sebesar Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) per semester. Sedangkan biaya pendidikan untuk Sekolah Bisnis dan Manajemen (non-reguler) adalah sebesar Rp. 20.000.000,- (Dua puluh Juta Rupiah) per semester. Bagi para mahasiswa akan disediakan berbagai beasiswa yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi orang tua, sehingga bagi para mahasiswa akan dikenakan biaya pendidikan per semester yang besarnya berkisar antara Rp. 0,- (Nol Rupiah) s.d. Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).

Baca juga:  Biaya Kuliah UNY - Yogyakarta

Ketentuan biaya pendidikan di Program Sarjana yang berlaku di ITB adalah sebagai berikut :

biaya-kuliah-itb

Keringanan UKT

PERTANYAAN : Di laman resmi ITB (http://usm.itb.ac.id), dinyatakan bahwa ITB memberikan subsidi UKT bagi calon mahasiswa yang berasal dari golongan ekonomi lemah. Bagaimana cara saya memperoleh subsidi UKT tersebut ?

JAWABAN : Subsidi UKT diberikan ITB bagi calon mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi, dengan besaran subsidi yang akan ditentukan oleh ITB berdasarkan data ekonomi mahasiswa yang bersangkutan. Mekanisme penentuan subsidi UKT tersebut akan disampaikan kepada calon mahasiswa setelah yang bersangkutan dinyatakan lulus dari salah satu sistem seleksi mahasiswa baru (SNMPTN atau SBMPTN) di ITB.

TA 2013/2014

UKT Institut Teknologi Bandung dibagi menjadi 5 kelompok sesuai Lampiran Permendikbud Nomor 55 tahun 2013 tentang UKT. Penerapan ketentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa ITB sudah dimulai sejak tahun ajaran 2013 untuk fakultas/sekolah non Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM).

Uang Kuliah Tunggal (UKT) di ITB (non SBM) sebesar Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) per semester. Sedangkan biaya pendidikan untuk Sekolah Bisnis dan Manajemen (non-reguler) adalah sebesar Rp. 20.000.000,- (Dua puluh Juta Rupiah) per semester. Pengelompokan kelas nominal UKT yang ditawarkan untuk mahasiswa ITB adalah Rp 400.000,-; Rp 800.000,- ; Rp 4.000.000,-; Rp 8.000.000,-; Rp 10.000.000.

Berkaitan dengan jenis kelas UKT ini dan berdasarkan keputusan Rektor ITB, UKT kategori 1, 2 dan 3 hanya diperuntukkan bagi mahasiswa penerima beasiswa BIDIK MISI namun dalam pelaksanannya semuanya diberikan beasiswa penuh. Artinya bagi penerima beasiswa bidik misi sama sekali tidak dikenakan biaya apapun.

Sedangkan mahasiswa non bidik misi yang lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru baik dari jalur SNMPTN maupun SBMPTN dikenakan atau ditetapkan UKT kelompok IV sebesar Rp 8.000.000 dan UKT kelompok V sejumlah Rp 10.000.000 per semester.

Baca juga:  Biaya Kuliah ITB Bandung

Nantinya dalam proses entri data jalur penerimaan mahasiswa baru, calon mahasiswa mendapatkan pilihan cara pembayaran yakni sebagai mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi, mengajukan subsidi UKT, atau mampu membayar secara penuh (10 juta rupiah).

Mahasiswa yang merasa tidak mampu membayar atas UKT yang telah ditetapkan, diberikan kesempatan untuk mengajukan banding UKT. Pihak universitas akan memberikan jangka waktu  untuk pengajuan ini. Pemohon harus mengisi formulir dan menyiapkan berkas utama dan berkas penguat (pendukung) sebagai berikut:

Berkas Utama:

  • Surat permohonan yang ditunjukan kepada Rektor dengan tembusan kepada Wakil Rektor Akademik dan Kema-hasiswaan dan Kepala Lembaga Kemahasiswaan (tentang keberatan UKT dan meminta UKT yang disanggupi. Kronologi dan alasan dijelaskan seterbuka mungkin. Jika ada hutang dan tanggungan, jelaskan peruntukan hutang dan tanggungan untuk apa dan siapa secara detil). Ditulis oleh mahasiswa yang bersangkutan.
  • Surat penguat alasan kenapa harus mendapatkan keringanan UKT dari orang tua (tidak wajib)

Berkas Penguat

  • KSM (fotocopy)
  • KTP/Kartu Identitas (fotocopy)
  • KTP Orang Tua/Wali (fotocopy)
  • Kartu Keluarga terbaru (fotocopy)
  • Slip Gaji Orang tua/Wali (Jika kedua orang tua bekerja, wajib disertakan keduanya)
  • Struk Rekening Pembayaran Listrik (fotocopy)
  • Struk Rekening Pembayaran Air PAM (fotocopy)
  • Struk PBB Orangtua/wali (fotocopy)
  • Surat keterangan pinjaman dan hutang jika ada, detil dengan peruntukannya
  • Print Screen Lulus SNMPTN atau SBMPTN
  • Print Screen keterangan jumlah UKT yang didapat
  • SKTM* berisi ttd Rt, Rw, Desa/Kelurahan (Surat Keterangan Tidak Mampu, bukan surat pengantar)

*SKTM : bukan surat miskin. Surat ini menjelaskan bahwa yang bersangkutan tidak mampu membayar UKT yang ditetapkanITB

Uang Kuliah Tunggal (UKT) ITB 

uang kuliah tunggal ITB

UKT ITB Bandung

Bagikan:
42 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *