Biaya Kuliah ITB Angkatan 2019

Biaya kuliah ITB bagi mahasiswa TA 2019/2020 dibagi menjadi 6 (enam) kelompok UKT berdasarkan kemampuan ekonomi orang tua atau pihak yang membiayai. Dimulai kelompok I Rp 0, selanjutnya Rp 5 juta, Rp 7.5 juta, Rp 10 juta, dan Rp 12.5 Juta.

Khusus untuk Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) besarannya dari mulai Rp 0, kemudian Rp 8 juta, Rp 12 juta, Rp 16 juta, dan paling rtinggi Rp 20 juta per semester.

Besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi Mahasiswa Reguler Program Sarjana di ITB yang berlaku mulai angkatan Tahun Akademik 2018/2019 (berdasarkan SK Rektor ITB no. 01A/SK/I1.B02/KU/2018) adalah sebagai berikut :

Mengutip dari website itb.ac.id diinformasikan jumlah mahasiswa ITB yang membayar UKT penuh setiap tahunnya hanya berkisar antara 30% – 50% dari seluruh jumlah mahasiswa ITB, selebihnya mendapat pengurangan UKT yang besarnya berkisar antara 20% – 100% dari nilai UKT yang harus dibayarkan (total, sekitar Rp. 135 M untuk subsidi UKT per tahun).

Biaya Kuliah ITB Jalur Mandiri

Selain menerima mahasiswa secar reguler (SNMPTN dan SBMPTN) pada tahun ajaran 2019/2020 ITB juga membuka pendaftaran dari jalur mandiri. Sebagai informasi sejak 3 tahun terakhir ITB sama sekali tidak menerima mahasiswa dari jalur mandiri.

Total mahasiswa baru ITB yang akan diterima tahun ajaran 2019/2020 sebanyak 3.935 orang. Komposisinya SNMPTN dan SBMPTN masing-masing sama 40 persen atau 1.574 orang per jalur, sedangkan jalur dari Seleksi Mandiri 20 persen atau 815 kursi. Kecuali bagi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) kuota masing-masing penerimaannya: SNMPTN 30%, SBMPTN 40% dan SM ITB 30%.

Biaya kuliah jalur mandiri ITB tidak dibebankan dana pengembangan atau uang pangkal atau uang gedung, namun UKT per semester yang ditetapkan relatif lebih tinggi dari jalur SNMPTN dan SBMPTN yakni:

  1. Kelompok I Rp 0
  2. Kelompok II Rp 5.000.000
  3. Kelompok III Rp 10.000.000
  4. Kelompok IV Rp 15.000.000
  5. Kelompok V Rp 20.000.000
  6. Kelompok VI Rp 25.000.000

TA 2018/2019

Biaya kuliah bagi mahasiswa ITB yang diterima pada Tahun Akademik 2018/2019 mengalami kenaikan menjadi Rp 12.500.000 per semester. Perubahan ini berdasarkan Keputusan Rektor ITB No:01/SK/I1/B02/KU/2018 tanggal 2 Januari 2018.

ITB menyediakan subsidi untuk BPP Program Sarjana Reguler sebesar 20%, 40%, 60%, dan 100%, bagi para mahasiswa sesuai syaratdan ketentuan yang berlaku di ITB.

Jadi bagi mahasiswa yang merasa berkeberatan dengan besaran uang kuliah atau Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) dapat mengajukan keringanan atau subsidi sesuai kemampuan ekonominya.

Catatan:

  1. ITB menyediakan subsidi untuk BPP Program Sarjana Reguler sebesar 20%, 40%, 60%, dan 100%, bagi para mahasiswa sesuai syaratdan ketentuan yang berlaku di ITB;
  2. Biaya pendidikan untuk WNA tidak termasuk biaya asuransi kesehatan;
  3. Tidak ada pengembalian BPP yang telah dibayarkan bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan pendaftaran perkuliahan;
  4. Bagi mahasiswa Program Sarjana, Program Magister dan Program Doktor yang mengambil 0 SKS atau Cuti Akademik membayarsetengah BPP;
  5. Bagi para mahasiswa peserta Program Double Degree yang mendaftar 0 SKS, tidak dikenakan biaya BPP;
  6. Bagi mahasiswa Program Sarjana yang mengambil 0 SKS dan tinggal menyelesaikan sidang Tugas Akhir membayar 25% BPP;
  7. Bagi mahasiswa yang pada awal suatu semester sudah selesai sidang Tugas Akhir /Tesis/Disertasi dan tinggal menunggu yudisium kelulusan dan wisuda, membayar biaya administrasi sebesar Rp 250.000.-
  8. Rektor atau pejabat yang diberi kewenangan dapat memberikan bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada mahasiswa sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku di ITB,
Baca juga:  Biaya Kuliah UPN Veteran Jakarta Angkatan 2019

TA 2016/2017

Pada tahun 2016, ITB tidak lagi memberlakukan pembiayaan pendidikan dengan menggunakan komponen Biaya Penyelenggaraan Pendidikan yang dibayar di Muka (BPPM) dan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan per Semester (BPPS). Mulai tahun 2013, ITB menerapkan ketentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa ITB 2015 di fakultas/sekolah non Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM).

Uang Kuliah Tunggal (UKT) di ITB (non SBM) sebesar Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) per semester. Sedangkan biaya pendidikan untuk Sekolah Bisnis dan Manajemen (non-reguler) adalah sebesar Rp. 20.000.000,- (Dua puluh Juta Rupiah) per semester. Bagi para mahasiswa akan disediakan berbagai beasiswa yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi orang tua, sehingga bagi para mahasiswa akan dikenakan biaya pendidikan per semester yang besarnya berkisar antara Rp. 0,- (Nol Rupiah) s.d. Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).

Ketentuan biaya pendidikan di Program Sarjana yang berlaku di ITB adalah sebagai berikut :

biaya-kuliah-itb

Keringanan UKT

PERTANYAAN : Di laman resmi ITB (http://usm.itb.ac.id), dinyatakan bahwa ITB memberikan subsidi UKT bagi calon mahasiswa yang berasal dari golongan ekonomi lemah. Bagaimana cara saya memperoleh subsidi UKT tersebut ?

JAWABAN : Subsidi UKT diberikan ITB bagi calon mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi, dengan besaran subsidi yang akan ditentukan oleh ITB berdasarkan data ekonomi mahasiswa yang bersangkutan. Mekanisme penentuan subsidi UKT tersebut akan disampaikan kepada calon mahasiswa setelah yang bersangkutan dinyatakan lulus dari salah satu sistem seleksi mahasiswa baru (SNMPTN atau SBMPTN) di ITB.


TA 2013/2014

UKT Institut Teknologi Bandung dibagi menjadi 5 kelompok sesuai Lampiran Permendikbud Nomor 55 tahun 2013 tentang UKT. Penerapan ketentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa ITB sudah dimulai sejak tahun ajaran 2013 untuk fakultas/sekolah non Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM).

Baca juga:  Biaya Kuliah Universitas Lampung - Unila Angkatan 2019

Uang Kuliah Tunggal (UKT) di ITB (non SBM) sebesar Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) per semester. Sedangkan biaya pendidikan untuk Sekolah Bisnis dan Manajemen (non-reguler) adalah sebesar Rp. 20.000.000,- (Dua puluh Juta Rupiah) per semester. Pengelompokan kelas nominal UKT yang ditawarkan untuk mahasiswa ITB adalah Rp 400.000,-; Rp 800.000,- ; Rp 4.000.000,-; Rp 8.000.000,-; Rp 10.000.000.

Berkaitan dengan jenis kelas UKT ini dan berdasarkan keputusan Rektor ITB, UKT kategori 1, 2 dan 3 hanya diperuntukkan bagi mahasiswa penerima beasiswa BIDIK MISI namun dalam pelaksanannya semuanya diberikan beasiswa penuh. Artinya bagi penerima beasiswa bidik misi sama sekali tidak dikenakan biaya apapun.

Sedangkan mahasiswa non bidik misi yang lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru baik dari jalur SNMPTN maupun SBMPTN dikenakan atau ditetapkan UKT kelompok IV sebesar Rp 8.000.000 dan UKT kelompok V sejumlah Rp 10.000.000 per semester.

Nantinya dalam proses entri data jalur penerimaan mahasiswa baru, calon mahasiswa mendapatkan pilihan cara pembayaran yakni sebagai mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi, mengajukan subsidi UKT, atau mampu membayar secara penuh (10 juta rupiah).

Mahasiswa yang merasa tidak mampu membayar atas UKT yang telah ditetapkan, diberikan kesempatan untuk mengajukan banding UKT. Pihak universitas akan memberikan jangka waktu  untuk pengajuan ini. Pemohon harus mengisi formulir dan menyiapkan berkas utama dan berkas penguat (pendukung) sebagai berikut:

Berkas Utama:

  • Surat permohonan yang ditunjukan kepada Rektor dengan tembusan kepada Wakil Rektor Akademik dan Kema-hasiswaan dan Kepala Lembaga Kemahasiswaan (tentang keberatan UKT dan meminta UKT yang disanggupi. Kronologi dan alasan dijelaskan seterbuka mungkin. Jika ada hutang dan tanggungan, jelaskan peruntukan hutang dan tanggungan untuk apa dan siapa secara detil). Ditulis oleh mahasiswa yang bersangkutan.
  • Surat penguat alasan kenapa harus mendapatkan keringanan UKT dari orang tua (tidak wajib)

Berkas Penguat

  • KSM (fotocopy)
  • KTP/Kartu Identitas (fotocopy)
  • KTP Orang Tua/Wali (fotocopy)
  • Kartu Keluarga terbaru (fotocopy)
  • Slip Gaji Orang tua/Wali (Jika kedua orang tua bekerja, wajib disertakan keduanya)
  • Struk Rekening Pembayaran Listrik (fotocopy)
  • Struk Rekening Pembayaran Air PAM (fotocopy)
  • Struk PBB Orangtua/wali (fotocopy)
  • Surat keterangan pinjaman dan hutang jika ada, detil dengan peruntukannya
  • Print Screen Lulus SNMPTN atau SBMPTN
  • Print Screen keterangan jumlah UKT yang didapat
  • SKTM* berisi ttd Rt, Rw, Desa/Kelurahan (Surat Keterangan Tidak Mampu, bukan surat pengantar)

*SKTM : bukan surat miskin. Surat ini menjelaskan bahwa yang bersangkutan tidak mampu membayar UKT yang ditetapkanITB

Uang Kuliah Tunggal (UKT) ITB 

uang kuliah tunggal ITB

UKT ITB Bandung

Bagikan:
46 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *